Mengenal Gaya Streetwear,yang Banyak Digandrungi Kaula Muda

Source:THREAD by ZALORA

Ingin tampil menarik tetapi tidak mau ribet? Jika kamu memilih begitu gaya Streatwear cocok buat kamu si anti ribet.

Streetwear adalah gaya pakaian kasual yang mulai mendunia pada tahun 1990-an. Gaya tersebut dikenalkan di Los Angeles, Amerika Serikat pada tahun 1970 oleh perancang papan selancar Shawn Stussy yang membuat merek tanda dagang, kemudian ditempelkan ke papan selancar yang khusus untuk dirinya sendiri, sampai dia mulai menjual kaos yang bertanda merek sama dengan papan selancar yang dimilikinya.

Menariknya saat penjualanya mulai memuncak Stussy justru pindah ke penjualan eksklusif agar terjadinya kelangkaan produk yang memperkuat definisi Streatwear T-shirt.

Streatwear lebih mengandalkan kenyamanan dan kepraktisan.
Seperti T-shirt, Hoddie, dan Sneakers.

Namun sekarang banyak orang yang mulai meng-kolaborasikan gaya Streatwear dengan gaya lainya.

Kendati demikian, asal tidak menghilangkan hierarki dari Streatwear itu sendiri gaya ini masih jadi rekomendasi bagi Kalian yang gak mau ribet tapi ingin tampil menarik.

Berikut cara berpakaian Streatwear hypbeast:

Source: Kompas lifestyle

1. Sneakers Berwarna atau motif


Yap, sneakers bisa jadi pilihan agar tidak ribet tapi bisa menambah kesan hypebeast jika berwarna dan bermotif, tapi pastikan juga kamu memiliki sneakers berwarna netral agar cocok dikombinasikan dengan pakaian apapun.

Source :http://hai.grid.id

2. Pilih Pakaian yang Bermotif


Dengan banyak kolaborasi warna dan motif tentu bisa menarik perhatian orang dan terkesan hypbeast, meskipun demikian tidak semua warna cocok digunakan secara bersamaan, so pandailah memilih warna.

Source:Instagram /iconacciendtal

3. Tambahan Item seperti Waitsbag atau Fanny Packs


Ya, tas kecil ini bisa menambah gaya kamu dan juga tidak ribet karena ukuranya yang cenderung lebih kecil dari tas biasanya. Waits bag yang bermotif dan warna gelap tentu bisa menambah gaya streatwear kamu.

Bagaimana nih tertarik dengan gaya fashion Streatwear?

Penulis: Elfa Alfian

Seminar Anti NAPZA : Simpang Siur Aturan Bagi Penyalahgunaan Obat Generik

Penyuluh narkotika BNN prov Jabar Mensosialisasikan bahaya obat generik sebagai narkotika
(M. Aldy F/MADJU)

BANDUNGMADJU Penyuluh Narkotika Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat Firli Farhatunisa, menyinggung belum ada aturan khusus untuk menjerat para penyalahgunaan obat generik, melalui Seminar Anti Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat adiktif (NAPZA) yang diselenggarakan Dewan Mahasiswa Universitas Islam Nusantara, di Gedung Pascasarjana Uninus (25/01/22).

Ia menyebut saat ini pihaknya masih mengacu pada UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Terlebih seperti halnya kasus tanaman kratom yang disinyalir memiliki zat adiktif, tetapi sering digunakan masyarakat Kalimantan untuk dijadikan herbal.

“Perkembangan kratom sebenarnya mau dimasukan ke UU No. 35 Tahun 2009. Rencananya akan masuk ke golongan I. Tetapi masih dalam tahap riset di Dinas Kesehatan. “ sambungnya, saat wawancara langsung.

Firli mengatakan, meski dasarnya masih pada UU No. 35 Tahun 2009. Nantinya peraturan ini akan terus diperbaharui DPR selaku pemangku kebijakan melalui rapat paripurna merevisi Undang – Undang.

Penulis : Rofi Arifianto

Fenomena Ngaret di Lingkungan Mahasiswa

Ilustrasi Kebiasaan Terlambat / Source : hallosehat.com

Waktu adalah uang. Pasti kalian sudah tidak asing dengan petikan kata tersebut. Ya, memang benar adanya, bagi sebagian besar orang waktu adalah  uang, bagi sebagian besar lainnya waktu jauh lebih berharga daripada uang. Tetapi   pada kenyataannya, banyak dari kita yang menyepelekan waktu, keterlambatan waktu sudah menjadi hal yang “dilumrahkan” pada zaman sekarang. Keterlambatan waktu tersebut sering disebut dengan fenomena “ngaret”. Ngaret berasal dari kata karet, sifat karet yang lentur disini dapat diartikan sebagai waktu yang lentur dan tidak pasti.

Saya sebagai mahasiswa kiranya sudah hampir lupa bagaimana rasanya menghadiri sebuah acara yang sudah direncanakan dari jauh-jauh hari secara tepat waktu sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Pasti selalu ada keterlambatan waktu, baik itu acara non formal bahkan acara formal sekalipun. Fenomena ngaret ini bak sudah menjadi budaya di kalangan mahasiswa. Ada acara yang dijadwalkan sudah dimulai pada pukul 9 pagi, pada kenyataannya acara tersebut dimulai pada jam 1 siang. Huft, sangat melelahkan hidup di tempat yang memiliki kebiasaan seperti itu.

Kurangnya kesadaran terhadap betapa pentingnya waktu merupakan salah satu faktor terjadinya fenomena ngaret ini. Mereka yang tidak menghargai waktu rasanya tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan orang yang disiplin akan waktu dan selalu datang tetap waktu sesuai dengan apa yang sudah dijanjikan sebelumnya. Bahkan mereka yang pada awalnya sangat disiplin waktu terkadang mempunyai pemikiran “Ah, Saya sudah bosan menunggu terus, lain kali nanti Saya yang akan telat, biar mereka rasakan apa yang Saya rasakan!”. Pemikiran seperti ini sudah pasti muncul di hampir semua orang yang pada awalnya disiplin akan waktu, sehingga pada akhirnya fenomena ngaret ini tidak pernah berhenti dan tiada ujungnya seperti lingkaran setan.

Sudah saatnya kita sebagai mahasiswa yang dicap oleh masyarakat sebagai kaum intelektual (katanya) menghapus kebiasaan buruk seperti ngaret ini. Saatnya kita untuk mulai menghargai apa yang namanya waktu, dengan minimal datang 15 menit sebelum suatu acara dimulai. Kalau seperti ini terus, rasanya akan muncul kebiasaan baru yaitu kita akan datang ketika waktu sudah lebih 2 jam dari waktu yang sudah ditentukan. Atau mungkin, setiap akan mengadakan kegiatan kita harus mengagendakan waktunya lebih awal, misalnya acara akan dimulai pukul 9 pagi, maka di pamflet dapat ditulis pukul 7 pagi. Tetapi jika kebiasaan buruk dibiasakan, maka hasilnya juga akan buruk pula. Bagi kalian mahasiswa yang suka ngaret, tetap putus asa dan jangan semangat, eh kebalik, kayak otak kalian.

Penulis : Muhammad Aldy Fahriansyah

Menarik! Ini Dia Perbedaan Mobil Matic dan Manual

Toyota indonesia

hello gengs, Mobil saat ini menjadi alat transportasi yang dicari masyarakat, selain terhindar dari curah hujan dan panasnya terik matahari mobil juga memberikan kenyamanan saat berkendara. Maka tidak heran kan banyak orang yang beralih dari menggunakan kendaraan beroda dua (motor) ke kendaraan beroda empat (mobil) oleh karena itu tidak heran kan, banyak sekali brand mobil dari berbagai merek yang bermunculan , sebenarnya dari berbagai merek brand mobil yang bermunculan mobil itu terbagi menjadi dua jenis , yaitu mobil matic dan mobil manual, nah ini menjadi salah satu pertimbangan juga gengs buat kalian yang ingin membeli mobil, mau mobil matic atau mobil manual ? Bingung kan ? yu kita simak apa sih perbedaan mobil matic dan mobil manual.

  1. Cara pengoprasian nya
    Perbedaan yg paling menonjol mobil matic dan mobil manual adalah terletak pada bagaimana cara pengoperasiannya , mobil manual terdapat 3 komponen , seperti 3 buah pedal yaitu kopling , rem dan gas . Saat menggunakan mobil manual perpindahan gigi dilakukan secara manual yaitu menggunakan pedal kopling dan tuas kopling nya . Namun beda hal nya jika kita menggunakan mobil matic loh gengs , terkesan lebih simpel dari mobil manual. Tidak lagi menggunakan kopling namun menggunakan alat yg bernama gearbox.
  2. Akselerasinya
    Mobil manual memiliki transmisi yang lebih responsif dibandingkan dengan mobil matic loh gengs, maka gak heran transmisi nya yang lebih responsif mengakibatkan akselerasi si mobil manual lebih cepat . Tidak aneh kan kebanyakan mobil balap menggunakan mobil berjenis manual namun ada juga sih mobil matic yang memiliki transmisi hampir sama seperti mobil manual yaitu biasanya menggunakan sistem CVT ( Continous Variable Transmision )
  3. Segi kenyamanan
    Baik mobil manual atau mobil matic jika berbicara kenyamanan itu kembali kepada orang nya kan , iya ga ? Atau bisa juga dilihat dari jenis mobil , disadari atau tidak disadari gengs bahwa kebanyakan org menggunakan mobil matic karena mobil matic ini saat berkendara tidak terlalu menggunakan tenaga yang besar seperti mobil manual.
  4. Perawatan mobil
    Meskipun terdapat kesamaan dalam perawatan, yakni mobil. Namun tahu ga sih gengs, bahwa mobil matic dalam perawatannya lebih banyak mengeluarkan uang yang lumayan besar, ketimbang mobil manual. Misalnya dalam perawatan AC. Jika mobil manual tanpa dibawa ke teknisi AC mobil pun bisa dirawat oleh si pemilik mobil. Namun beda halnya dengan mobil matic, harus dilakukan oleh teknisi AC nya gengs. Setiap mobil memang pasti selalu punya kelebihan dan kekurangan, jadikan aja sebagai pertimbangan aja ya gengs, siapa tau, yang belum punya mobil, minimal udah tau dulu aja deh.
  5. Segi Konsumsi Bahan Bakar
    Tau ga sih, masih banyak yang keliru memahami, kalau mobil matic lebih hemat bahan bakar ketimbang mobil manual. Nah justru kebalik loh. Mobil manual lah yang ternyata lebih hemat, ko bisa ya ? gini nih alesannya, pertama, karena perputaran transmisi manual tidak seberat perputaran transmisi otomatis. Sehingga, mesinnya pun tidak memerlukan banyak bahan bakar untuk bekerja ekstra. Kedua, jumlah gigi yang lebih banyak juga membuat konsumsi bahan bakar yang lebih efisien.

Penulis: Rama Guna Wibawa

Demi Terstrukturnya Organisasi, Himakom Gelar Musyawarah Kerja

Dokumentasi Acara Musker

BANDUNG-MADJU Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Islam Nusantara (UNINUS ) masa bakti 2022-2023 gelar Musyawarah Kerja (MUSKER) di jln. Pasir Pogor Raya, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Pada Selasa (25/01/2022).

Linda Nur Intani selaku Ketua Pelaksana menuturkan bahwa tujuan dilaksanakannya Musyawarah Kerja ini adalah agar program kerja yang digagas oleh setiap departemen menjadi terstruktur untuk kedepannya.

“Tujuan diadakan musker ini adalah agar, setiap program kerja dari setiap departemen terstruktur dan dapat disepakati oleh semua anggota HIMAKOM,” ucap Linda saat pembukaan Musker.

Linda juga berharap dengan diadakannya Musker dapat menjadi acuan bagi anggota kepengurusan Himakom untuk dapat berproses menjadi lebih baik lagi.

“Diadakanya Musker menjadi suatu acuan bagi para pengurus Himakom dalam perencanaan program kerja yang mereka gagas,” ujarnya.

Seiring dengan hal tersebut, Yan Pria Imsyaki Ramadhani selaku Ketua Himakom Kabinet Revolusi juga menegaskan bahwa dengan diadakannya Musker ini dapat meningkatkan kinerja dalam menyukseskan program kerja yang mereka gagas.

“Saya berharap dengan diadakannya Musker ini adalah dari setiap departemen dapat melaksanakan program kerjanya dengan baik, dan saya juga akan memberikan apresiasi bagi departemen dan pengurus terbaik berupa penghargaan diakhir masa jabatan saya sebagai Ketua Himakom periode 2022-2023,” pungkasnya.

Penulis: Fandi Muhammad

Dema Uninus Gelar Seminar Anti NAPZA, BNN : Jangan Takut Lapor, Tidak Akan Dikriminalisasi!

BANDUNG-MADJU Dewan Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Nusantara mengadakan Seminar Anti Napza Bagi Mahasiswa dengan mengundang Narasumber dari BNN Jawa barat di Gedung Pasca Sarjana Uninus Jalan Soekarno Hatta No. 530A (25/01/2022).

Penyuluh Narkotika BNN Jabar, Firli Farhatunisa menyampaikan, penyalahgunaan narkotika makin hari makin marak terjadi, bahkan saking banyaknya kasus yang terjadi, sekarang sangat sulit membedakan mana pemakai mana yang bukan.

” Semakin sini ciri seorang pemakai terkadang tidak terlalu terlihat, sulit membedakannya, oleh karena itu kami dari BNN mempunyai 3 bidang yang menangani hal seperti itu diantaranya ada Bagian pencegahan, rehabilitasi dan juga pemberantasan.” Ungkapnya.

Beliau juga menjelaskan bahwasanya kasus yang terjadi per tahun 2020 di Jawa barat, sudah ada sekitar 1,8jt kasus.

“Sudah banyak kasus yang kami tangani, mulai dari mencegah rokok di kalangan anak smp yang sekarang bahkan rokoknya bukan hanya rokok biasa, tetapi juga rokok sintetis, sedangkan untuk kasus besar itu ditangani oleh bagian pemberantasan, misalnya kasus penyeludipan ganja, yang pernah kami tangani adalah mencegah penyeludupan ganja sebanyak 50 ton.” Tambah Firli.

Oleh karena itu, sudah merupakan hal yang sangat penting dalam mencegah dan juga mengatasi kasus tersebut sejak dini. Salah satunya adalah dengan melaporkan hal tersebut secara terbuka dan jangan takut kabar yang belum tentu benar mengenai pelaporan orang yang disuruh membayar dan juga di kriminalisasi.

“BNN adalah lembaga yang berwenang untuk pencegahan, rehabilitasi dan pemberantasan narkotika. Narkoba berbahaya ke segala aspek, mulai dari merusak fungsi otak sampai ke segi ekonomi. Jangan takut untuk melaporkan orang terdekat yang terjebak oleh narkotika, kami tegaskan mereka yang ketergantungan tidak akan di kriminalisasi.” Pungkas Firli.

Penulis : Muhammad Aldy Fahriansyah

Dua Makanan Khas NTT yang Wajib Dicoba

Indonesia memiliki keragaman kuliner, setiap daerahnya memiliki khasnya tersendiri, tak terkecuali Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain mempunyai pesona wisata yang ikonik, NTT juga mempunyai kuliner tradisional yang unik dan menarik.

1. Wata Gae

Jagung Titi | Sumber : Hasri Ahmad Wahid

Wata Gae atau yang sering disebut Jagung Titi menjadi objek makanan yang populer di NTT, selain namanya yang unik Wata Gae juga memiliki tekstur yang cukup menarik.

Pembuatan makanan ini terbilang sangat gampang, hanya memerlukan beberapa buah jagung yang sudah dipisahkan bijinya lalu kita menyiapkan batu yang berbentuk bulat dan datar.

Batu ini di gunakan untuk menumbuk jagung sehingga bentuk jagung itu akan menyerupai bentuk dari tengahan batu tersebut, sehingga jagung ini di namakan Jagung Titi atau Wata Gae.

2. Jawada

Jawada/Kue Rambut | Sumber : Hasri Ahmad Wahid

Jawada memiliki rasa yang gurih dan manis, karena bahan utamanya terbuat dari tepung dan gula merah.

Berbeda dengan kue pada umumnya, Jawada bisa dimakan bersama nasi. Masyarakat setempat sering menyajikan Jawada pada acara adat, ada juga masyarakat yang menjadikan makanan pokok sehari-hari.

Penulis : Hasri Ahmad Wahid

Asah Bakat Mahasiswa, PMII Rayon Fikom Uninus Gelar Pelatihan Jurnalistik

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) cabang Kota Bandung Komisariat Universitas Islam Nusantara (UNINUS) gelar pelatihan jurnalistik dan membentuk Lemabaga Pers Mahasiswa (LPM) di Jl. Soekarno Hatta no. 580 Bandung, Pada Kamis (22 /01/2022).

Ketua Pelaksana Buche Bukit Finjani menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan insan yang berintelktual dalam menggali minat, potensi dan bakat mahasiswa Fikom Uninus.

“Tidak hanyak itu, kegiatan ini juga mengajak mahasiswa supaya lebih memahami pers dan kejurnalistikan”, ujar Buche saat sambutan acara.

Ia juga menyampaikan, menjadi mahasiswa sudah selayaknya kita tidak hanya fokus di pendidikan formal semata .

“Melainkan harus memfokuskan juga pada pendidikan non formal, karena di masa pendemi ini, terkadang mahasiswa kurang paham tentang pendidikan formal yang memberi pengetahuan melalui media online,” ujarnya.

Lebih lanjut Buche berharap, kegiatan ini terus berkembang dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa Fikom . Karena kegiatan ini sangat penting bagi kalangan mahasiswa yang ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Seirama dengan yang di sampaikan Ketua PMII Rayon Fikom Rama Guna Wibawa.

“Mengenai kegiatan ini bahwasanya kita sebagai Mahasiswa jangan terlalu fokus di bidang akademik , karena pendidikan saat ini sangat minim maka perlu ada nya kegiatan ini mahasiswa yang bisa menyalurkan aspirasi minat dan bakat dalam Ilmu Jurnalistik,” pungkasnya.

Penulis: Hasri Ahmad Wahid

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai